Polisi Tangkap Penjemput Empat Tahanan Narkoba yang Kabur

0
43

LAMPUNG, MERDEKA POS – Polisi berhasil menangkap penjemput empat tahanan narkoba yang kabur dari Rutan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Lampung beberapa waktu lalu.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika saat menyampaikan sambutan dalam acara refleksi akhir tahun Pemprov Lampung di Ballroom Novotel, Senin, (18/ 2/23).

Irjen Pol Helmy Santika pun menyampaikan permohonan maafnya atas kejadian itu. Ia menyebut kaburnya empat tahanan tersebut merupakan sebuah musibah. “Mohon maaf juga kami mengalami musibah ada empat tahanan yang melarikan diri, kami sudah melakukan pengejaran,” kata dia.

Dalam kesempatan itu ia menyampaikan telah menurunkan tim untuk melakukan pengejaran. Namun Polisi baru bisa menangkap orang yang menjemput para tersangka saat berhasil keluar dari Rutan Tahti Polda Lampung.

“Alhamdulillah sudah tertangkap orang yang menjemput dan lain sebagainya, mudah-mudahan semua bisa kembali kami dapatkan dan bisa dihukum sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, menurut Dirresknarkoba Polda Lampung, Kombes Erlin Tangjaya, empat tahanan itu merupakan tersangka peredaran narkoba asal Aceh. Mereka ditangkap saat berada di Pelabuhan Bakauheni membawa narkoba jenis sabu.

Meski begitu, keempatnya berasal dari jaringan yang berbeda. Tahanan M Nasir bin Abdullah dan Muslim bin Abu Bakar ditangkap membawa 30 kg. Kemudian Maulana bin M Husin ditangkap membawa sabu seberat 5 kg.

Sementara itu tahanan Asnawi bin Husin ditangkap pada lalu dengan barang bukti 58 kg sabu. Diduga berasal dari jaringan internasional karena menggunakan kemasan dengan tulisan Thailand. “Mereka berasal dari Aceh dan semuanya ditangkap di Pelabuhan Bakauheni,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya mereka melarikan diri pada pukul 01.00 WIB. Petugas sempat melakukan pengecekan jumlah tahanan. Pada saat diperiksa semua tahanan masih berada dalam kamar sel.

Namun pada pukul 03.00 WIB, ada salah satu penghuni kamar memanggil petugas dan memberitahu petugas bahwa empat tahanan tidak berada di kamar.

Kemudian petugas melakukan pemeriksaan dan menemukan dua jeruji jendela toilet kamar sel 7 sudah patah. Polisi juga menemukan gergaji yang diduga digunakan untuk memotong jeruji.

Jurnalus : Budi Herman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here