BPN Bersilahturahmi ke Kantor PWI Kota Depok, Siap Jalin Kemitraan Tingkatkan Kinerja

0
114

DEPOK, MERDEKA POS – Citra Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) selama ini cerderung negatif. Masyarakat umum memandang pelayanan instansi ini sarat pungutan liar (pungli) akibat praktik mafia tanah.

Kepala Kantor BPN Kota Depok Setyo Anggraini mengemukakan pihaknya menghadapi banyak tantangan dalam upaya memperbaiki citra lembaga yang dipimpinnya.

“Kami hari ini senang sekali dapat silaturahmi dan diskusi dengan pengurus PWI dan para jurnalis di Depok. Koordinasi dan kolaborasi ini sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan kinerja BPN Kota Depok,” ujar Anggraini menjawab pertanyaan wartawan tentang pejabat BPN Kota Depok yang cenderung tertutup terhadap pers selama ini saat lakukan kunjungan silahturahmi ke Kantor PWI Kota Depok, Jumat (04/11/2022).

Anggraini baru memimpin BPN Kota Depok tujuh bulan terakhir. Ia sebelumnya menjabat Kepala BPN Kota Cirebon.

Diungkapkan pula, BPN Kota Depok selama ini menangani tak kurang 7.000 berkas permohonan pertanahan setiap bulan. Sebagai nakhoda baru, ia menggalang jajarannya agar kinerja ini terus meningkat dari hari ke hari.

Salah satu strategi agar masyarakat umum puas atas pelayanan BPN, yakni pelaksanaan Program Pelayanan Tanah Akhir Pekan (Pelataran).

Pelataran adalah program pelayanan pertanahan yang dibuka pada Sabtu dan Minggu. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat yang tidak dapat mengurus administrasi pertanahan karena sibuk bekerja.

Program tersebut merupakan gagasan Menteri ATR /BPN Hadi Tjahjanto. Setyo sendiri mengawal sepenuhnya Program Pelataran agar berjalan optimal.

“Melalui teman-teman PWI hari ini, kami mengimbau warga Depok agar mengurus sendiri administrasi pertanahan. Bayarlah biaya sesuai aturan yang berlaku. Tidak ada lebih-lebih,” ujar Anggraini.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Depok Rusdy Nurdiansyah menjelaskan agar bersinergi dengan organisasi profesi yang dipimpinnya dalam rangka menertibkan jurnalis ilegal atau seseorang yang mengaku-ngaku insan media.

“Jangan layani wartawan abal-abal itu. Selama ini banyak pejabat yang tetap menerima wartawan ilegal. Silakan melapor ke PWI jika ada orang yang mengaku jurnalis atau oknum yang memeras pejabat BPN, misalnya,” jelas jurnalis senior ini yang selama 30 tahun berkiprah di Republika.

Usai diskusi, Rusdy menyerahkan buku karyanya yang berjudul 22 Cerita di Balik Berita serta makalah tentang UU Pers No 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Pers kepada Kepala Kantor BPN Kota Depok, Setyo Anggraini. (Barata)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here