Tanggul Jebol, Pelabuhan Tanjung Mas Terendam Banjir

0
321

Semarang ,Merdeka Pos – Banjir Rob di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Belum Surut, Aktivitas Warga dan Pekerja Pabrik Terhambat kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang hingga Selasa (24/5/2022) pagi masih terendam banjir rob. Genangan air rob menghambat aktivitas warga hingga pekerja pabrik.

Tak sedikit para pekerja yang terjebak banjir rob. Tim SAR gabungan yang mendapatkan informasi adanya pekerja yang terjebak banjir air pasang tersebut segera melakukan evakuasi dan mengevakuasi 298 orang dalam keadaan selamat.

Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto menjelaskan kronologi kejadian sekitar pukul 15.30 WIB, Senin (23/5) kawasan Pelabuhan Semarang telah terjadi pasang air laut mengakibatkan beberapa jalan tergenang dengan kedalaman pasang bervariasi dari 20 cm hingga 150 cm.

“Dari informasi tanggul di kawasan pelabuhan jebol sehingga air laut masuk ke dalam kawasan pelabuhan dan beberapa karyawan butuh evakuasi ke tempat aman,” kata Heru, Selasa (24/5/2022).

Dia mengatakan, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi karyawan Kantor Karantina Pelabuhan 12 orang, PT Ampenan 50 orang, PT Sania sebanyak 25,PT Sriboga sebanyak 70, PT Pusri sebanyak 10 orang, PT Samudra Indonesia 30 orang.

“Selain itu juga mengevakuasi calon penumpang kapal Darma Lautan Utama (DLU) sebanyak 100 orang termasuk salah satu karyawan PT Lucky Textile yang sedang hamil dan mengalami pendarahan,” katanya.

Dia menyampaikan bagi warga terdampak bisa menghubungi nomor Basarnas Semarang ( 024) 7629192 atau emergency call 115 pelayanan jasa SAR gratis. “Seluruh korban di bawa ke tempat yang lebih aman saat ini banjir rob berangsur surut dan aman. Selanjutnya tim SAR gabungan kembali kesatuannya masing-masing,” ujarnya.

Kepolisian Daerah Jawa Tengah membantu proses evakuasi sejumlah karyawan PT Lamicitra yang sempat terjebak akibat peristiwa banjir rob yang melanda kawasan industri Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang.

“Evakuasi dilakukan menggunakan dua unit perahu karet dan sejumlah rompi pelampung dilakukan secara sinergi dari petugas Polrestabes Semarang, Polair, BPBD, dan stakeholder terkait,” kata Direktur Polair Polda Jateng Kombes Pol Hariadi di Semarang, Senin (23/5/2022).

Haryadi mengungkapkan, dalam proses evakuasi oleh petugas di kawasan berikat PT Lamicitra terdapat pekerja wanita yang lemas yang kemudian dibawa ke Dermaga Nusantara dan dinaikkan kapal patroli Polair dengan nomor lambung KP IX 2010. “Selanjutnya dibawa ke Dermaga KPTE guna mendapat penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy mengatakan bahwa jajarannya memprioritaskan penanganan banjir rob yang juga melanda Pekalongan dan Demak.
“Banjir rob juga dialami oleh Pekalongan dan Demak, saat ini prioritas utama petugas adalah evakuasi masyarakat yang terdampak akibat peristiwa alam tersebut,” katanya.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas (KPTE) AKP Firdahus Yudhatama melaporkan kronologis banjir rob yang melanda kawasan pelabuhan terjadi sekitar pukul 14.10 WIB.
“Pada Senin (23/5) pukul 14.10 WIB kami mendapat informasi dari Ronedi selaku kepala sekuriti di Kawasan Berikat PT Lamicitra menginformasikan bahwa tembok pembatas antara kawasan berikat PT Lamicitra dengan sungai/laut jembol sehingga air laut masuk ke kawasan berikat,” ujarnya.


Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan pihak pengelola Kawasan Berikat PT TEPZ dan pihak PT Pelindo guna mengoptimalkan mesin pompa, tetapi karena ketinggian air semakin parah, maka dilakukan evakuasi para pekerja.
“Di Jalan Coaster Kawasan Berikat PT Lamicitra ketinggian air mencapai 1,5 meter. Tidak menutup kemungkinan ketinggian air akan bertambah mengingat hingga petang ini air pasang masih berlangsung,” katanya.
.
Banjir rob atau air pasang yang melimpas ke daratan dengan ketinggian 2 meter lebih melanda kawasan pesisir Kota Semarang, Jawa Tengah, khususnya daerah di sekitar Pelabuhan Tanjung Emas

Jurnalis ‘: Moch Rizki Vertanto / Agus Mal
Editor : Barata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here